

Bantuan Nutrisi dan Kursi Roda (2022)
Program ini dilaksanakan dengan kerja sama dengan UPT Balai Bahagia Kementerian Sosial. Sasaran dari program ini adalah masyarakat usia lanjut dan orang dengan disabilitas fisik. Bantuan nutrisi yang diberikan kepada penerima manfaat berupa:
Selain bantuan nutrisi, kursi roda juga diberikan kepada penyandang disabilitas untuk mendukung mobilitas mereka.

YAPEMMAS menerima amanah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Utara.
Pada akhir November 2025, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari menyebabkan luapan sungai, longsor di wilayah perbukitan, serta kerusakan infrastruktur yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Sedikitnya 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak, dengan lebih dari 1,6 juta jiwa mengalami dampak langsung, ratusan ribu warga mengungsi, serta ratusan korban jiwa dan orang hilang.
Bencana ini tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan, melumpuhkan jaringan listrik dan komunikasi, serta mengganggu layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling serius dan membutuhkan penanganan cepat.
Sebagai respons atas kondisi darurat tersebut, Yayasan Peduli Kemandirian Masyarakat (YAPEMMAS) menerima amanah penyaluran bantuan kemanusiaan dari PT BMB Steel, platform donasi, para donatur individu, serta dukungan kas internal yayasan. Total donasi yang terhimpun digunakan untuk pengadaan dan distribusi bantuan logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan pokok, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan dan kesehatan, kebutuhan khusus perempuan dan bayi, serta obat-obatan dasar. Selain bantuan dalam bentuk dana, YAPEMMAS juga menyalurkan berbagai donasi barang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari warga di lokasi terdampak.
Penyaluran bantuan tahap pertama dilaksanakan pada 12 Desember 2025 di empat wilayah terdampak di Kabupaten Langkat, yaitu Dusun Pancuran (Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang), Desa Pematang Serai, Desa Pantai Cermin, dan Desa Suka Maju di Kecamatan Tanjung Pura.
Di Dusun Pancuran dan Desa Pematang Serai, banjir dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter merendam rumah warga akibat luapan sungai dan aliran air dari kawasan perbukitan. Banjir ini merupakan kejadian terbesar yang diingat warga sejak puluhan tahun terakhir. Meski saat penyaluran air telah surut, warga masih membersihkan rumah dan perabotan yang rusak. Distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat agar tepat sasaran.
Kondisi serupa ditemukan di Desa Pantai Cermin, di mana sebagian warga masih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Buku-buku sekolah dan perabot rumah tangga banyak yang rusak akibat terendam banjir. Bantuan diserahkan kepada warga terdampak melalui titik pengungsian sementara.
Desa Suka Maju menjadi wilayah dengan dampak paling berat di antara lokasi penyaluran di Kabupaten Langkat. Selain rumah yang rusak, bencana juga memutus mata pencaharian warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan buruh. Akses jalan yang sulit dan belum beraspal memperlambat proses distribusi. Bantuan disalurkan melalui mekanisme musyawarah desa dan dibagi ulang sesuai kebutuhan masing-masing keluarga agar lebih adil dan merata.
Penyaluran bantuan tahap kedua dilaksanakan pada 20 Desember 2025 di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam kegiatan ini, YAPEMMAS berkolaborasi dengan Komunitas Backpacker Indonesia (BPI) wilayah Aceh–Sumatera Utara.
Perjalanan menuju Desa Sekumur menempuh medan yang berat dan memakan waktu dua hari. Sepanjang perjalanan, tim menyaksikan dampak banjir bandang yang sangat parah, termasuk rumah warga yang hancur tersapu arus, longsor di beberapa titik, serta terputusnya jaringan listrik dan komunikasi. Desa Sekumur sendiri mengalami kerusakan masif, di mana hampir seluruh rumah warga rusak atau hilang.
Setibanya di lokasi, tim segera mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi. Selain penyaluran logistik dan obat-obatan, kegiatan juga difokuskan pada dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak, melalui permainan sederhana dan pembagian bingkisan makanan. Bantuan juga disalurkan ke wilayah Desa Sekumur Atas dengan kondisi medan yang masih berlumpur dan dipenuhi material kayu sisa banjir.
Selama proses penyaluran bantuan, YAPEMMAS mencatat berbagai kebutuhan lanjutan yang disampaikan warga, seperti pakaian layak pakai, perlengkapan tidur, buku bacaan, dan sarana belajar anak. Masukan ini menjadi dasar perencanaan program lanjutan pascabencana.
Ke depan, YAPEMMAS berkomitmen untuk mendorong pemulihan masyarakat terdampak melalui penguatan bantuan logistik pasca darurat, dukungan pemulihan psikososial anak, penguatan layanan kesehatan, penyediaan hunian sementara, serta perencanaan program pemulihan jangka menengah yang berkelanjutan.
Melalui transparansi dan kolaborasi dengan para mitra dan donatur, YAPEMMAS terus berupaya memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana, serta menjadi bagian dari proses pemulihan menuju kehidupan yang lebih aman dan mandiri.

Al Kahfi Quranic Center

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (2025 - Sekarang)
Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir merupakan salah satu upaya strategis yang saat ini sedang berjalan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan potensi lokal, serta peningkatan ekonomi berbasis maritim yang berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pengelolaan lingkungan, dan penguatan kelembagaan komunitas, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain itu, pelaksanaan program ini juga menjadi bagian penting dari komitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat pesisir tidak hanya menjadi langkah untuk mengatasi tantangan sosial dan ekonomi, tetapi juga sebuah investasi jangka panjang dalam membangun wilayah pesisir yang tangguh dan produktif.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah:
Sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat keberdayaan masyarakat pesisir, YAPEMMAS menjalin kerja sama strategis dengan kelompok nelayan PK Kepling di Desa Denai Kuala. Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk mengembangkan model sociopreneurship yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan lingkungan.
Di tengah situasi sulit, ketika dukungan donor tidak lagi tersedia, memilih untuk berani melangkah. Melalui kolaborasi ini, memastikan bahwa lembaga tetap mampu menjalankan misi pelayanan masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.
Ruang lingkup kerja sama dengan PK Kepling meliputi:
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, program Pemberdayaan Kelompok Usaha Perempuan dilaksanakan untuk mendorong penguatan peran perempuan dalam kegiatan produktif di Desa Denai Kuala, sebuah desa pesisir di Pantai Timur Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kemampuan perempuan dalam mengelola usaha berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat struktur sosial ekonomi komunitas pesisir.
Pada tahap awal pelaksanaan program, fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas kelompok usaha perempuan melalui beberapa langkah strategis.
Pertama, dilakukan pembentukan struktur organisasi kelompok, sehingga setiap anggota memiliki peran, tanggung jawab, dan mekanisme kerja yang jelas dalam menjalankan kegiatan usaha.
Kedua, dilakukan penguatan tata kelola organisasi kelompok, termasuk penyusunan aturan internal, mekanisme rapat, dan pola pengambilan keputusan yang transparan serta akuntabel.
Langkah ketiga adalah peningkatan kemampuan dalam manajemen usaha kelompok, meliputi perencanaan produksi, pembagian tugas, pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran produk.
Selanjutnya, kelompok juga dibekali dengan keterampilan pencatatan keuangan usaha, sehingga setiap transaksi dapat terdokumentasi dengan baik dan digunakan sebagai dasar evaluasi maupun perbaikan usaha di masa mendatang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para perempuan diharapkan mampu mengembangkan usaha yang lebih terarah, terorganisir, dan berkelanjutan. Pemberdayaan ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga memantapkan posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas. Dengan demikian, kelompok usaha perempuan di Desa Denai Kuala dapat tumbuh menjadi unit ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat pesisir secara menyeluruh.

Edukasi Kesehatan Untuk Pengungsi (2023 - 2024)
Pada Agustus 2023 – Februari 2024, IOM (International Organization for Migration) menjalin kerja sama dengan YAPEMMAS dalam mengimplementasikan program Health Education Program for Refugees.
Program edukasi kesehatan ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan, yang ditujukan untuk pengungsi dari berbagai kelompok usia dan jenis kelamin. Adapun tema yang disampaikan dalam edukasi ini meliputi:

Advokasi Kebijakan Penanggulangan TBC (2023 - 2024)
Program ACCELERATE didukung oleh Stop TB Partnership melalui Yayasan Penabulu. Salah satu wilayah intervensi program ini adalah Kota Medan, yang menjadi fokus dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TB). YAPEMMAS (Yayasan Peduli Kemandirian Masyarakat) ditunjuk sebagai pelaksana program ini di Kota Medan.Melalui program ini, YAPEMMAS berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan TB, serta melibatkan komunitas dalam pengawasan program TB di tingkat lokal. Program ACCELERATE juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dan komunitas dalam mendukung upaya eliminasi TB secara nasional.Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil (CSO) dan komunitas yang terdampak tuberkulosis (TB) dalam upaya eliminasi TB melalui edukasi kesehatan dan advokasi berbasis komunitas. Tujuan Utama Program ACCELERATE:
Melalui program ACCELERATE, YAPEMMAS telah membentuk sebuah komunitas penyintas TB yang diberi nama KOMPAS TB. Komunitas ini terdiri dari pasien TB yang telah sembuh, baik dari TB Sensitif Obat (SO) maupun TB Resisten Obat (RO). Selain itu, YAPEMMAS juga aktif mendorong terwujudnya Peraturan Daerah (PERDA) dan Peraturan Wali Kota (PERWAL) di Kota Medan sebagai upaya untuk memastikan pemerintah lebih serius dan fokus dalam penanggulangan serta penanganan Tuberkulosis (TBC).

USAID Integrasi (2024 - 2025)
Program USAID INTEGRASI adalah inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat sistem kesehatan primer di Indonesia melalui penerapan model Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil di 20 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dan Banten.
YAPEMMAS (Yayasan Peduli Kemandirian Masyarakat) berperan sebagai mitra pelaksana dalam program ini, bekerja di 5 wilayah yaitu, Kab. Padang Lawas, Kota Padangsidimpuan, Kab. Padang Lawas Utara, Kab. Tapanuli Selatan dan Kab. Mandailing Natal.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan primer, YAPEMMAS terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk:
Pada tanggal 24 Januari 2025, proyek ini dihentikan oleh Yayasan Penabulu berdasarkan keluarnya surat edaran dari USAID untuk penangguhan sementara selama 90 hari

Pemanfaatan Pesisir Pantai dan Hutan Mangroove Sebagai Sarana Edukasi dan Ekonomi Bagi Masyarakat Sekitar melalui "BENTARA KAWISWARA"
Di tengah tantangan besar perubahan iklim, sekelompok anak muda yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Kemandirian Masyarakat (YAPEMMAS), memutuskan untuk tidak tinggal diam dan membentuk sebuah komunitas bernama Bentara Kawiswara, yang berarti utusan luhur pembawa cahaya kehidupan. Nama ini mencerminkan semangat orang muda untuk menjadi suara alam, sekaligus penggerak aksi nyata dalam melindungi bumi.
Komunitas ini lahir dari keresahan bersama: pesisir yang semakin tergerus abrasi, hutan mangrove yang kian menyusut, dan masa depan yang terancam akibat krisis iklim. Alih-alih hanya mengeluh, mereka memilih bertindak. Dengan latar belakang yang beragam—mahasiswa, pelajar, pegiat lingkungan, hingga wirausaha muda—mereka menyatukan energi dan kreativitas untuk membangun solusi berbasis alam.
Salah satu inisiatif utama mereka adalah mendirikan Bentara Kawiswara Edupark Mangrove. Edupark ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang belajar terbuka yang menggabungkan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Lewat tempat ini, mereka ingin mengajak generasi muda, wisatawan, hingga masyarakat sekitar untuk lebih dekat dengan ekosistem mangrove dan memahami perannya sebagai benteng alami menghadapi perubahan iklim.
Visi Komunitas
“Anak muda peduli bumi, beraksi menjaga keberlanjutan.”
Langkah Aksi
1. Menggerakkan aksi nyata anak muda dalam menjaga lingkungan hidup dan menghadapi krisis iklim.
2. Mengembangkan ruang edukasi berbasis pengalaman untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat.
3. Mendorong inovasi kreatif berbasis alam sebagai solusi berkelanjutan bagi tantangan lingkungan.
4. Membangun kolaborasi lintas generasi dan sektor (sekolah, universitas, komunitas, pemerintah, swasta) demi pelestarian ekosistem.
Aksi Nyata yang Sudah Dilakukan
1. Mengadakan penanaman mangrove secara berkala dengan sekolah dan komunitas lain.
2. Mengembangkan Edupark Mangrove sebagai laboratorium hidup untuk edukasi lingkungan.

